Kamis, 29 Mei 2014

GADGET WHO NEVER DIES


Menurut salah satu situs di internet, Gadget adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Inggris, Artinya perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi tertentu. Dalam bahasa Indonesia, gadget juga dapat disebut sebagai “acang”. Nah, Salah satu hal yang membedakan gadget dengan perangkat elektronik lainnya adalah unsur yang update never dies. Maksudnya adalah, dari hari ke hari gadget selalu muncul dengan menyajikan teknologi terbaru dan semakin canggih yang membuat hidup manusia menjadi lebih mudah dan praktis. Nah, tentu kita sudah mafhum apa itu yang namanya ’’gadget’’. Jika belum silahkan lihat orang-orang disekitar kalian. Bisa orangtua, bapak, kakak, adik, ataupun orang lain. Jika mereka menggunakan laptop, netbook ataupun smartphone. Itulah yang dinamakan gadget. Pada mulanya, gadget dibuat untuk memudahkan manusia dalam pekerjaannya, menambah wawasan, atau juga dapat mempererat tali persaudaraan. Sebagai seorang santripun, banyak yang bisa kita manfaatkan dengan adanya gadget ini. Misalnya, smartphone bisa menunjuang kita dalam menjalin ukhuwah dengan teman-teman kita yang lain melalui situs facebook, twitter, dan lainnya. Juga dapat digunakan sebagai media belajar dan menambah wawasan keilmuan. Atau bisa juga lewat aplikasi pemutar musik kita dapat memperlancar hafalan dengan cara mendengarkan murottal secara terus-menerus.
             Namun, dalam perkembangannya. Banyak hal-hal negatif yang dilakukan oleh pengguna gadget ini. Bahkan, di Indonesia sendiri. Penggunaan gadget sudah mencapai angka 240 juta unit.! Jumlah ini melebihi seluruh penduduk Indonesia yang berjumlah 230 juta orang. Ini menggambarkan betapa kecanduan akan gadget itu sangat luar biasa besar dan jika dibiarkan begitu saja maka generasi penerus estafet dakwah ini akan hancur dan habis. Terutama bagi para pemuda islam yang justru menjadi pengguna terbanyaknya. Pun bisa jadi malah kita, santri Ibnu Abbas yang menjadi salah satu penggemar “berat” nya. Coba simak satu kalimat dibawah ini . 
          “ Mi, nanti pas njenguk aku jangan lupa bawain laptop ya..!”
           Kalimat ini mungkin sangat sering kita temui atau bahkan kita sendiri yang menjadi pelakunya ketika mengirim pesan minta dijenguk atau bisa juga dalam masalah lainnya. Tidak ada yang salah sih, justru bagus karena dengan adanya laptop bisa mendapat hiburan dan juga bisa digunakan ketika ada pelajaran yang memang membutuhkan adanya barang tersebut. Sayang beribu sayang, yang tampak terlihat ternyata bukanlah demikian. Ada beberapa orang ( tidak semua ) yang jusru lebih sibuk tenggelam di lautan laptopnya daripada mengobrol dengan ortu mereka yang sudah jauh-jauh datang ke sekolah kita. Orangtua, baik bapak maupun ibu memang tidak pernah marah akan hal itu, tapi bukan berarti kita boleh bersikap demikian. Itulah gadget. Mungkin, disatu sisi merupakan sesuatu yang bermanfaat lagi berfaedah. Tapi disisi lainnya jusru berisi hal-hal negatif yang menjauhkan kita dari teman, orangtua, sahabat atau yang lebih ekstrim lagi, Tuhan.  

         Terakhir, yang menjadi catatan penting dan harus digarisbawahi adalah : gadget, baik smartphone, notebook, netbook dkk adalah sesuatu yang netral. Jadi jangan pernah menyalahkan mereka jika ada suatu hal buruk terjadi kepada seseorang. Semua hal itu tergantung pada penggunanya, pada kita sendiri. Baik atau buruk dampak yang dihasilkannya, tergantung dari sejauh mana pemakainya “bisa” menggunakannya. So, kata-kata Gadget Who Never Dies pun bisa bermakna ganda. Tidak pernah mati menghasilkan kebaikan, atau tidak pernah henti berbuat kemaksiatan. So, tinggal bagaimana kita bijaksana dalam menggunakannya.

Artikel Terkait

0   komentar

Posting Komentar

Cancel Reply
Java Blangkon